Kerajaan Singosari

Menurut pararaton dan Negarakretagama, kerajaan Singosari didirikan oleh Ranggah Rajasa Sang Amurwabhumi yang bernama kecil Ken Arok. Semula Tumapel hanyasebuah daerah kecil yang dijadikan pusat kekuasaan oleh Tunggul Ametung, seorang Akuwu yang berada di bawah pemerintahan Maharaja Kretajaya. Ken Arok dituturkan sebagai putra Ken Endok isteri pertapa Gajah Para yang berselingkuh dengan Bhatara Brahma. Bayi Arok dibuang di pekuburan oleh ibunya. Bayi itu dipungut anak oleh Lembong, seorang pencuri. Masa muda Arok dikenal sangat nakal. Ia tidak saja dikenal sebagai penjudi tetapi juga pencuri dan pemerkosa anak gadis orang. Arok juga pernah dipungut oleh seorang penjudi bernama Bango Samparan yang berasal dari Desa Karuman dimana Arok diajak tinggal di desa itu.

Suatu saat Ken Arok dikisahkan sempat melihat cahaya memancar dari “rahasia” Ken Dedes, isteri Tunggul Ametung. Menurut nasehat Lohgawe, seorang ruhaniwan, tanda – tanda yang dimiliki Ken Dedes itu menunjukkan bahwa ia adalah perempuan nareswari yakni perempuan yang akan menurunkan raja – raja besar. Itu sebabnya, Arok berusaha keras mendapatkan Ken Dedes.

Tunggul Ametung dibunuhnya dengan keris buatan Mpu Gandring melalui Kebo Ijo.Setelah berhasil menyingkirkan Tunggul Ametung dan menikahi jandanya yakni Ken Dedes, Ken Arok menobatkan diri menjadi raja dengan gelar Ranggah Rajasa Sang Amurwabhumi. Ia mendirikan pusat kerajaan di Kutaraja. Ia adalah pendiri Rajasawangsa yang turun temurun hingga era berdirinya Majapahit. Bangkitnya kerajaan baru di bumi Tumapel yang ditandai dengan pembunuhan terhadap akuwu Tunggul Ametung bawahan Maharaja Kretajaya telah membangkitkan kemarahan Kretajaya.

Perang antara Tumapel dan Kadhiri pun pecah. Tetapi dalam suatu pertempuran yang seru di Ganter (nama desa di dekat Pujon) pada 1144 Saka atau 1222 Masehi, Ranggah Rajasa Sang Amurwabhumi berhasil menghancurkan kekuatan Kretajaya. Sejak saat itu, Tumapel dan Kadhiri disatukan di bawah kekuasaan Ranggah Rajasa Sang Amurwabhumi. Ranggah Rajasa Sang Amurwabhumi hanya berkuasa selama lima tahun, karena ia tewas dibunuh oleh seorang abdi dari Batil. Menurut Pararaton, pembunuhan atas Ranggah Rajasa dilakukan atas suruhan Anusapati yakni anak Ken Dedes dari Tunggul Ametung.

Menurut Negarakertagama Ranggah Rajasa Sang Amurwabhumi di candikan di desaKagenengan, yang bila ditempuh sekitar sehari perjalanan kearah selatan Tumapel. Dewasa ini candi makam pendiri kerajaan Tumapel itu tidak diketahui pasti meski nama toponimis desa Kagenengan masih tersisa sebagai nama desa di kaki sebelah timur Gunung Kawi tepatnya di kecamatan Pakisaji Malang.

Sekalipun jumlah situs bekas kerajaan Singosari tidak banyak namun sejumlah nama desa dikawasan itu secara toponimis memiliki kaitan dengan kebesaran kerajaan yang didirikan tokoh Ken Arok itu. Nama desa Gunung rejo di barat kota Singosari, misalnya, tampaknya memiliki kaitan dengan kota Gunung Raja atau Raja Gunung yakni Girinatha atau Girindra, nama Bhatara Syiwa atau Bhatara Guru yakni gelar raja Ranggah Rajasa Sang Amurwabhumi. Desa Taman Harjo dan Kebon Agung tampaknya merupakan situs bekas taman Kaputren didalam puri kerajaan. Nama Desa Toyomarto tampaknya berkaitan dengan Tirtamrtha.

Komentar

Postingan Populer